Kebahagian dalam memberi

Malam itu disebuah rumah yang besar dan mewah tengah berlangsung sebuah Pengajian yang diikuti oleh para jama’ah kalangan elite menengah keatas, seperti biasa setelah selesai ceramah sang Ustadz memberikan kesempatan kepada para Jama’ah untuk bertanya, lalu salah seorang Dokter Spesialis spontan angkat tangan mengajukan sebuah masalah yang telah lama mengganjal dalam kehidupannya.

” Assalamu’alaikum, kenalkan nama saya dr Brata, alhamdulillah saya senang dan saya cukup memahami semua yang Ustadz uraikan dalam pengajian kita kali ini, ada satu hal yang sampai saat ini saya belum bisa melakukannya…..” Tanya dr Brata.

” Ya…., boleh tahu, tentang hal apa pak Dokter ? sela sang ustadz.
” Begini pak Ustadz, sudah sejak lama saya mengetahui bahwa sesorang yang memberikan hartanya kepada orang lain itu adalah perbuatan yang sangat baik, tetapi itu teori, prakteknya ketika saya akan melakukan hal itu, hati dan perasaan saya selalu menentangnya, saya selalu tidak mampu melakukannya. Menurut pendapat saya, ini kan hasil jerih payah saya sendiri, mengapa mesti diberikan kepada orang lain dengan sebuah keharusan. Saya pikir ini tidak mendidik orang untuk belajar kerja keras dan hal semacam itu tidak harus dipaksakan, kalau hati lagi ingin ya saya memberi, kalau tidak ingin ya tidak perlu harus mengada-ngada untuk memberi” kata dr.Brata
Read more…

Ada udang dibalik sedekah itu wajib

ADA UDANG DIBALIK SEDEKAH ITU WAJIB

ADA UDANG DIBALIK SEDEKAH ITU WAJIB

Dikisahkan Zaman Dahulu, Ada tiga orang pemuda yang sedang mengadakan perjalanan. Tiba-tiba mereka ditimpa oleh hujan, maka mereka berteduh di dalam sebuah gua. Celakanya tiba-tiba ada batu besar yang menggelinding menutupi gua tersebut, Maka salah satu mereka berkata kepada yang lain: “Demi Allah, tidak akan ada yang dapat menyelamatkan kita kecuali sifat IKHLAS kita, oleh karenanya, saya harap agar masing-masing kita berdoa kepada Allah dengan perantara amal sholeh yang kita kerjakan dengan penuh keikhlasan “..

Seorang dari mereka berdo’a: “Ya Allah, Engkau tahu bahwa dulu aku punya seorang pekerja yang bekerja padaku dengan imbalan 3 gantang padi. Tapi, tiba-tiba dia pergi dan tidak mengambil upahnya. Kemudian aku ambil padi tersebut lalu aku tanam dan dari hasilnya aku belikan seekor sapi. Suatu saat, dia datang kepadaku untuk menagih upahnya. Aku katakan padanya, ‘Pergilah ke sapi-sapi itu dan bawalah dia’. Dia balik berkata, ‘Upahku yang ada padamu hanyalah 3 gantang padi’. Maka aku jawab, ‘Ambillah sapi-sapi itu, sebab sapi-sapi itu hasil dari padi yang tiga gantang dulu’. Akhirnya dia ambil juga. Ya Allah, bila Engkau tahu bahwa apa yang aku perbuat itu hanya karena mengharap ridhaMu, maka keluarkanlah kami (dari gua ini).” Tiba-tiba batu besar (yang menutupi gua itu) bergeser.
Read more…

Kebelet kaya, LUPA DIRI !

KEBELET KAYA, LUPA DIRI !

Alhamdulillah kita kembali akan dipertemukan dengan Ramadhan, sebuah KESEMPATAN EMAS untuk memproses ulang diri kita agar segala noda dosa yang telah kembali berlumuran tanpa kita sadari, dapat kita sucikan dengan usaha maksimal selama sebulan penuh..

Kalo dalam bekerja dan berbisnis untuk sepiring nasi kita mampu banting tulang peras keringat , akankah untuk lolos dari api Neraka dan lulus menjadi Penghuni Istana Sorga kita tidak berusaha LEBIH BERGAIRAH ?

Sahabat, manakah yang lebih menggairahkan wanita cantik n sexy atau Pria tampan n macho ataukah Allah yang maha Indah yang menciptakan kecantikan dan ketampanan itu ? juga yang memiliki Bidadari dan Bidadara yang gak mampu kita bayangkan betapa cantik dan tampannya mereka ?

Manakah yang membuat kita lebih bersemangat panggilan pekerjaan yang menjanjikan keberuntungan yang besar ataukah panggilan Allah yang memiliki segala kekayaan dan membagi-bagikan kepada seluruh hambanya setiap detik ?

Tokoh manakah yang patut dan layak kita teladani, manusia yang meninggikan kecerdasan akalnya dan kekayaannya ataukah Muhammad Rosulullah SAW manusia pilihan Allah SWT yang mampu membimbing dan membina para Sahabatnya menjadi cerdas dan kaya raya dan Ummat di zamannya mencapai puncak kejayaan di mata Dunia.! Read more…

Dari Arah Yang Tidak Disangka-sangka

  • Dari Arah Yang Tidak Disangka-sangka
    “Min Haitsu La Yahtasib”
    Artinya adalah ; “dari arah yang tidak disangka-sangka”Seringkali ketika kita menghadapi masalah berat apakah itu terkait kesehatan, keuangan, relasi dan lain-lain, kita seakan buntu tidak menemukan jalan keluar..

    Logika pikiran kita yang terbatas mengatakan solusinya adalah ; tidak mungkin, mustahil atau tidak akan pernah terjadi.

    Tetapi apakah ada yang mustahil bagi Allah.? dalam Kitab Suci dijanjikan jalan keluar bagi manusia yang tunduk patuh (bertaqwa)

    ……Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…. ( Q.S.65 ;2-3)

    ….Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan…. (Q.S 65:7 )

    Dari ayat diatas kita juga mendapat sebuah rahasia. Ketika rezeki sedang disempitkan, maka bersedekahlah. Kelak Allah akan memberi kelapangan setelah kesempitan.

    Selamat bersedekah !

    Sumber : pecinta sedekah full <group facebook>

Yang Tak Pernah Anda Bayangkan Sebelumnya

Yang Tak Pernah Anda Bayangkan Sebelumnya
Seorang wanita muda memberi sedekah kepada seorang ibu miskin, katakanlah Rp.100.000.

Ibu itu, setelah menyisihkan sebagiannya untuk membayar uang sekolah anaknya, membeli beras dan lauk pauk untuk makan keluarganya di warung dekat rumah..

Pemilik warung, setelah menerima uang dari ibu itu, membeli lagi bahan pokok dari pedagang di pasar untuk menambah dagangannya.

Pedagang pasar membutuhkan suplai barang dari petani yang menjual hasil pertaniannya.

Supaya hasil panen bagus dan memuaskan, petani membeli pupuk di pabrik yang memiliki ribuan karyawan yang harus digaji.

Setelah menerima gaji dari pabrik tempatnya bekerja, ada karyawan yang menghidupi keluarganya, orangtuanya, bahkan ada sebagian yang memberikan sedekah kepada orang lain.

Begitulah, kalau diteruskan dengan lebih lengkap, rantai sedekah ini akan sangat panjang dan melibatkan banyak orang.

Yang tidak pernah anda bayangkan adalah, bagaimana uang 100.000 yang diberikan wanita tadi telah berpindah tangan dan membawa banyak kebaikan. Tentu saja sebesar atom sekalipun, kebaikan itu akan dilihat oleh-Nya.

Mungkin, inilah salah satu alasan kenapa sedekah itu berbalas sampai 700x lipat bahkan tidak terhingga karena manfaat uang itu terus bergulir ke tangan banyak orang.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Q.S 2:261)

Nah, setelah melihat manfaat sedekah kita untuk orang lain, masihkah kita berat bersedekah? :)

Membeli Kebahagiaan Dengan Sepiring Makanan

Membeli Kebahagiaan Dengan Sepiring Makanan
Sore itu disebuah tempat makan..

Seorang pemuda asyik melahap makanan yang terhidang di hadapannya. Sengaja dia memesan masakan kegemarannya. Bau masakan memenuhi seluruh ruangan restoran, menitikkan air liur siapapun yang ada disana.

Selesai makan, pemuda itu tidak langsung pergi, dia memesan segelas minuman dingin. Mungkin berniat lebih lama duduk disana menghabiskan waktu sore. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang kakek tua yang berdagang asongan yang duduk di samping luar restoran itu.

Sesekali pandangan kakek itu menyapu pengunjung restoran, entah apa yang dipikirkannya, yang jelas terlihat berkali – kali si kakek menelan ludah, tidak tahan dengan bau masakan yang menggugah selera.

Pemuda itu sejenak tercenung dan berpikir “Kira-kira berapa lama ya kakek itu sudah berjualan disana? Apa dia pernah mencicipi nikmatnya makanan di resotan ini ya?” gumamnya.

Sewaktu membayar tagihannya di kasir, pemuda itu berbisik kepada pegawai restoran. “Mas, ini saya bayar seporsi makanan, nanti kalau saya sudah pergi, tolong berikan kepada kakek tua pedagang asongan itu ya”..

Pegawai itu tersenyum dan menganggukkan kepala kemudian pemuda itupun menaiki kendaraannya dan pulang ke rumah.

Pemuda itu tidak tau pasti apa yang kemudian terjadi ketika pegawai restoran membawakan makanan untuk kakek tua pedagang asongan itu. Entahlah, dia tidak ingin memikirkannya. Yang jelas saat ini dia sangat bahagia. Sebuah rasa indah yang memenuhi rongga dadanya, kebahagiaan sejati yang hanya dibelinya dengan seporsi makanan.
===

Renungan Hari Jum’at


Sahabat…, dunia ini fana… ^_^.

Apa yang dibanggakan dari kendaraanmu? saat mati kelak kau hanya diantar keranda;
Apa yang dibanggakan dari pakaianmu? saat kau mati kelak hanya berpakaian kafan;
Apa yang dibanggakan dari gayamu? saat kau mati kelak hanya terbujur kaku;
Apa yang dibanggakan dari hartamu? saat kau mati kelak hanya berteman dengan tanah….

sponsor By:

http://www.kkliforce.com/

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.